Minggu, 30 Januari 2011

Meningkatkan Hasil Belajar Fisika pada Materi Pokok Hukum Hooke dan Elastisitas dengan Menerapkan Pendekatan Problem posing pada Siswa Kelas XI semester ganjil SMA Negeri 1 Sampolawa "BAB I"


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Pendidikan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya pada bidang penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang handal dibutuhkan adanya upaya yang serius dari semua pihak dalam menciptakan proses pendidikan yang berkualitas melalui proses pembelajaran di sekolah-sekolah formal maupun informal.
Proses pembelajaran merupakan proses komunikasi pengalihan ilmu pengetahuan melalui berbagai komponen komunikasi yang berinteraksi secara terpadu untuk mencapai tujuan pembelajaran. Salah satu komponen tersebut adalah fisika yang merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan alam yang diajarkan di Sekolah Menengah Atas (SMA) yang bertujuan agar siswa mampu menggunakan metode ilmiah untuk menemukan dan memecahkan masalah-masalah yang dihadapi di kelas. Sebagai salah satu cabang ilmu, fisika mencakup aspek kognitif, psikomotor, dan afektif, sehingga dalam pembelajarannya perlu memperhatikan ketiga aspek tersebut secara proporsional.
Proses pembelajaran Fisika di sekolah, umumnya cenderung berpusat pada guru, sehingga siswa hanya menerima apa yang diberikan oleh guru tanpa melalui pengolahan potensi yang ada. Akibatnya pembelajaran yang dirasakan siswa kurang menantang untuk berpikir kritis, analisitis dan logis, Sa’adah dalam Muslimin (2009: 1).
Berdasarkan hasil observasi awal peneliti pada tanggal 7 November 2008   di SMA Negeri 1 Sampolawa menunjukkan bahwa proses pembelajaran fisika belum sesuai dengan hakikat dan tujuan fisika yang tercantum dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Model pembelajaran yang digunakan umumnya, model pembelajaran konvensional seperti metode ceramah ataupun pembelajaran langsung. Hal ini kurang melibatkan aktivitas siswa, akibatnya fisika dianggap sulit serta tidak dipahami oleh siswa yang berimplikasi pada rendahnya hasil belajar fisika siswa. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata hasil belajar fisika siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Sampolawa pada semester Ganjil tahun ajaran 2008/2009 hanya mencapai 5,2 sementara dalam SKBM SMA Negeri 1 Sampolawa yang diharapkan minimal 6,0.
Berdasarkan uraian di atas, perlu diupayakan pendekatan pembelajaran fisika yang efektif dan efisien, sebagai alternatif untuk meningkatkan kemampuan siswa memahami konsep fisika agar hasil belajar siswa dapat meningkat.
Untuk mendukung terciptanya pembelajaran fisika tersebut di atas, dibutuhkan upaya serius dari guru fisika dalam mengembangkan pendekatan pembelajaran yang dapat menumbuhkan kemampuan mengembangkan, menemukan, dan memecahkan masalah bagi siswa dalam memahami hukum dan prinsip-prinsip fisika. Salah satu alternatif pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengatasi kesulitan belajar siswa SMA Negeri 1 Sampolawa adalah pendekatan problem posing.
Pendekatan problem  posing merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan pada kegiatan pembuatan soal dan penyelesaian soal setelah siswa diberikan informasi tentang  wacana dan diberikan contoh soal. Dengan demikian siswa merasa terlatih dan terbiasa untuk mengembangkan keterampilannya dalam mengajukan soal dan memecahkannya sehingga diharapkan dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Hashimoto dalam Siswono (2000: 8) bahwa pembelajaran dengan problem posing mempunyai pengaruh positif terhadap kemampuan memecahkan masalah. Demikian juga yang dilakukan oleh Sutrisno dalam Yuhasriati (2002: 4) bahwa prestasi yang diperoleh oleh sekelompok siswa yang diajar dengan menggunakan pendekatan problem posing lebih baik daripada prestasi belajar kelompok siswa yang diajar dengan pendekatan secara konvensional.
Selain itu pula, hasil penelitian yang dilakukan As’ari (2000: 7) menunjukkan bahwa kelompok yang diajar dengan pendekatan problem posing mencapai taraf penguasaan 75% yang berarti memenuhi kriteria pembelajaran tuntas, sedangkan kelompok yang diajar dengan menggunakan pendekatan konvensional kriteria ketuntasan yang dicapai belum memuaskan.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pendekatan problem posing dapat meningkatkan kemampuan memecahkan masalah khususnya dalam mengembangkan dan meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami dan menyelesaikan soal, sehingga dengan demikian diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar fisika siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Sampolawa. Materi pokok yang dipilih dalam penelitian ini adalah Hukum Hooke dan Elastisitas, karena materinya dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari dan berupa materi perhitungan yang sangat cocok dalam mengajukan dan memecahkan suatu masalah dalam pembelajaran dengan pendekatan problem posing.
Dengan demikian, peneliti berinisiatif untuk melakukan penelitian dengan judul Meningkatkan Hasil Belajar Fisika pada Materi Pokok Hukum Hooke dan Elastisitas dengan Menerapkan Pendekatan Problem posing pada Siswa Kelas XI semester ganjil SMA Negeri 1 Sampolawa tahun pelajaran               2009/2010
B.     Rumusan Masalah

Berdasarkan masalah yang dikemukakan di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.      Bagaimana gambaran aktivitas belajar fisika siswa yang diajar dengan menerapkan pendekatan problem posing pada materi pokok Hukum Hooke dan Elastisitas siswa kelas XI SMA Negeri 1 Sampolawa?
2.      Bagaimana gambaran hasil belajar fisika siswa yang diajar dengan pendekatan problem posing dan hasil belajar siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensial pada materi pokok Hukum Hooke dan Elastisitas siswa kelas XI SMA Negeri 1 Sampolawa ?
3.      Apakah ada perbedaan yang signifikan  antara nilai rata-rata hasil pre-test siswa yang diajar dengan pendekatan problem posing dengan nilai rata-rata hasil pre-test siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional pada materi pokok Hukum Hooke dan Elastisitas ?
4.      Apakah nilai rata-rata hasil post-test siswa  yang diajar dengan pendekatan problem posing lebih baik secara signifikan dari pada nilai rata-rata hasil  post-test siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional pada materi pokok Hukum Hooke dan Elastisitas ?
5.      Apakah nilai rata-rata gain hasil belajar siswa yang diajar dengan pendekatan problem posing lebih baik secara signifikan dari pada nilai rata-rata gain hasil belajar siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional pada materi pokok Hukum Hooke dan Elastisitas ?
C.  Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
  1. Untuk mendeskripsikan gambaran aktivitas belajar fisika siswa yang diajar dengan menerapkan pendekatan problem posing pada materi pokok Hukum Hooke dan Elastisitas siswa kelas XI SMA Negeri 1 Sampolawa.
  2. Untuk mendeskripsikan gambaran hasil belajar fisika siswa yang diajar dengan pendekatan problem posing dan hasil belajar siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensial pada materi pokok Hukum Hooke dan Elastisitas siswa kelas XI SMA Negeri 1 Sampolawa.
  3. Untuk menentukan keberartian perbedaan antara nilai rata-rata hasil pre-test   siswa yang diajar dengan pendekatan problem posing lebih baik dari pada  nilai rata-rata hasil pre-test siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensial pada materi pokok Hukum Hooke dan Elastisitas.
  4. Untuk menentukan keberartian antara nilai rata-rata hasil post-test siswa yang diajar dengan pendekatan problem posing lebih baik dibandingkan  nilai rata-rata hasil post-test siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensial pada materi pokok Hukum Hooke dan Elastisitas.
  5. Untuk menentukan keberartian antara nilai rata-rata gain hasil belajar siswa  yang diajar dengan pendekatan problem posing  lebih baik dibandingkan  nilai rata-rata gain hasil belajar siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensial pada materi pokok  Hukum Hooke dan Elastisitas.
D.  Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
  1. Bagi peneliti, sebagai latihan dalam melakukan penelitian secara ilmiah serta mendapatkan wawasan dan pengalaman dalam menerapkan pendekatan pembelajaran problem posing.
2.      Bagi siswa, mendapatkan kesempatan belajar fisika dengan lebih bermakna sehingga hasil belajar akan lebih meningkat dan bertahan lama
3.      Sebagai informasi bagi guru mata pelajaran fisika SMA Negeri 1 Sampolawa  dalam memilih pendekatan pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa dalam pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar siswa, dengan pendekatan problem posing.
4.      Bagi sekolah, memperoleh sumbangan inovasi pembelajaran yang relevan dengan nuansa pembelajaran yang diinginkan dalam penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di sekolah.
5.      Bagi penelitian bidang sejenis, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu dasar dan masukan untuk penelitian selanjutnya.
E.     Defenisi Operasional
Untuk menghindari perbedaan persepsi terhadap penggunaan istilah dalam penelitian ini, maka perlu diberikan definisi operasional sebagai berikut.
1.      Pendekatan problem posing yaitu pendekatan pengajuan masalah yang menekankan pada kegiatan pembuatan soal dan penyelesaian soal setelah siswa diberikan informasi tentang wacana Hukum Hooke dan Elastisitas oleh guru, yang dalam prosesnya dilakukan oleh siswa secara berkelompok
      (5 orang).
2.      Pembelajaran konvensional adalah pembelajaran yang didominasi oleh guru tanpa memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif dalam mengikuti pembelajaran, biasanya didominasi dengan metode ceramah.
  1. Hasil belajar fisika adalah nilai yang dicapai oleh siswa setelah diberikan instrumen tes hasil belajar fisika pada materi pokok Hukum Hooke dan Elastisitas. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar